Berisi Artikel-artikel trik n tips technology

kamera digital
komputer

Fakta Menarik Seputar Tidur

Setidaknya enam jam per hari tubuh mengalami sistem 'shutdown' untuk sementara waktu alias tidur. Tapi berapa banyak yang Anda ketahui tentang tidur? Mengapa tubuh butuh tidur dan apa yang terjadi pada tubuh selama tidur?

Dilansir dari Health24, Sabtu (26/6/2010), berikut beberapa fakta menarik seputar tidur:


1. Tahapan tidur
Selama tidur malam, ada lima tahapan tidur yang berbeda dan berbeda satu sama lain, yaitu:
- Tahap 1 (5-10 menit pertama), yaitu masa transisi antara sadar dan tidur.
- Tahap 2 (sekitar 20 menit), suhu tubuh mulai menurun dan detak jantung mulai melambat.
- Tahap 3 merupakan masa transisi antara tidur ringan dan tidur yang sangat dalam.
- Tahap 4 (sekitar 30 menit), yaitu tidur nyenyak yang berlangsung. Mengompol dan tidur sambil berjalan biasanya terjadi pada akhir tahap 4.
- Tahap 5, kebanyakan mimpi terjadi pada tahap 5 yang dikenal sebagai tidur gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM). Tidur REM ditandai dengan gerakan mata, meningkatnya laju respirasi dan aktivitas otak, serta otot-otot menjadi lebih rileks.

2. Ketika tidur nyenyak, napas, denyut jantung dan tekanan darah mencapai tingkat terendah sepanjang hari.
3. Rata-rata orang terbangun sekitar enam kali per malam.
4. Dalam waktu 24 jam dari jam biologi tubuh, waktu paling 'down' adalah jam 1-6 pagi, kemudian 3 jam setelah makan siang.
5. Otot-otot tubuh menjadi lumpuh ketika tidur
6. Suhu tubuh turun di pagi hari, mencapai rendah di sekitar jam 4 pagi dan kemudian naik lagi sebelum fajar.
7. Para peneliti tidak pernah bisa setuju persis mengapa tubuh butuh tidur, kecuali untuk memulihkan tubuh dan otak.
8. Perempuan dan orangtua paling sering menderita insomnia
9. Bahkan ketika tidur sangat mendalam, masih ada bagian tubuh yang menangkap suara dan sinyal dari 'dunia' sekitar. Itu sebabnya mengapa orangtua terbangun ketika bayi menangis, tetapi mereka tidak mendengar 'lolongan' angin tenggara.
10. Selama bermimpi, pola otak sama dengan ketika sedang melakukan latihan saat terjaga.
11. Lebih susah membangunkan anak kecil ketimbang orang dewasa, dan biasanya anak akan tampak bingung dan tidak ingat apa-apa ketika bangun.(detik)

8 Tips Tidak Lazim yang Ampuh Redakan Nyeri

Selain dengan obat-obatan, ada banyak cara untuk meredakan nyeri akut maupun kronis. Namun ada beberapa cara yang sering tidak terpikirkan, karena memang tidak lazim mulai dari mengumpat hingga menghirup aroma apel hijau.

Nyeri akut paling mudah diatasi, karena hanya dirasakan sesaat dan biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu diobati. Nyeri saat disuntik, menginjak duri atau terbentur meja termasuk nyeri akut.

Sementara nyeri kronis adalah nyeri yang berlangsung lama, dan biasanya menyertai suatu penyakit seperti kanker atau rheumatoid arthritis. Obat-obatan mulai dari aspirin hingga morfin seringkali dibutuhkan, namun tips-tips ringan sebagai terapi penunjang juga bisa membantu meredakan.

Berikut ini adalah beberapa tips unik untuk meredakan nyeri akut maupun kronis, dikutip dari Prevention, Minggu (27/6/2010):

1. Mengumpat
Boleh percaya atau tidak, sebuah penelitian di Inggris membuktikan bahwa mengumpat bisa meningkatkan toleransi terhadap rasa nyeri akut. Seseorang yang meluapkan emosinya dengan meneriakkan kata-kata keji bisa bertahan 35 persen lebih lama dibandingkan hanya diam saja, ketika tangannya direndam dalam air es.

Menurut penelitian tersebut, mengumpat atau memaki bisa memicu reaksi fisik dan hormonal di dalam tubuh sehingga respon nyeri berkurang secara signifikan. Namun karena memberi kesan temperamental dan tidak sopan, sebaiknya tips ini tidak diajarkan pada anak kecil.

2. Memandangi foto
Kebiasaan menyimpan foto di dalam dompet bisa berguna saat hendak menjalani pemeriksaan yang menyakitkan misalnya mammogram. Saat memandangi foto orang terkasih, seseorang terutama wanita akan merasakan sakit yang lebih sedikit dibandingkan hanya memandangi perangkat laboratorium dan wajah-wajah orang asing.

Sama seperti mengumpat, memandangi foto suami atau anak juga memicu pelepasan senyawa kimia yang meredakan nyeri.

3. Mengkhayal
Bebaskan fantasi dengan mengkhayal apa saja, maka nyeri akut akan berkurang. Dalam sebuah studi di University of Wisconsin, khayalan seksual atau tentang sesuatu yang seksi paling efektif meningkatkan toleransi terhadap nyeri dibandingkan khayalan tentang topik lain.

Fantasi seksual tidak hanya mengalihkan perhatian dari rasa nyeri. Hamid Hekmat PhD, ilmuwan yang melakukan studi tersebut mengungkap bahwa khayalan semacam itu juga dapat mengurangi rasa gelisah selama pemeriksaan.

4. Bernapas pelan dan dalam
Cara mudah untuk mengatasi nyeri akut seperti saat disuntik adalah dengan melakukan pernapasan ala yoga, yakni pernapasan yang pelan dan dalam. Cara ini cukup efektif bahkan untuk nyeri yang lebih berat, seperti yang sering dilakukan para wanita saat melahirkan.

5. Meditasi setiap hari
Agar efektif, cara ini harus dilakukan secara rutin misalnya setiap hari menjelang tidur. Menurut penelitian di Kanada, seseorang yang rutin bermeditasi memiliki area cortex yang lebih tebal di otak sehingga sensitivitas terhadap nyeri berkurang. Tidak perlu berbulan-bulan, efeknya sudah bisa dirasakan dengan melakukannya secara rutin selama beberapa hari.

6. Menghirup aroma apel hijau
Sakit kepala maupun migrain bisa diredakan dengan cara mengunyah apel hijau, atau menyalakan terapi aroma dengan bau yang serupa. Menurut studi yang dilakukan Smeel&Taste, aroma tersebut bisa mengurangi kontraksi di otot kepala dan leher sehingga bisa meredakan sakit kepala. Studi sebelumnya membuktikan, aroma apel hijau juga meredakan rasa gelisah.

7. Percaya diri
Saat hendak mencabut gigi atau menerima suntikan, katakan pada diri sendiri bahwa prosedur itu tidak akan menyakitkan. Apabila ternyata memang sakit, yakinkan diri sendiri bahwa sakitnya hanya sebentar. Alihkan perhatian apabila melihat pasien sebelumnya tampak kesakitan, atau anggap saja orang itu berlebihan. Cara ini sangat efektif, dan telah dibuktikan dalam penelitian Robert C. Coghill, PhD. dari Wake Forest University.

8. Bergaul dengan sahabat
Nyeri yang persisten atau menetap seperti nyeri punggung tidak bisa diatasi hanya dengan obat. Terapi penunjang dibutuhkan untuk membantu meredakan, salah satunya bergaul dengan sahabat. Menurut sebuah penelitian di Spanyol, semakin aktif seseorang dalam bergaul, semakin mudah baginya untuk mengatasi gejala nyeri punggung.(detik)
handphone-tablet